Dalam kurikulum 2013 kegiatan kepramukaan ditunjuk sebagai pendidikan penguatan pembentukan karakter siswa disekolah, dengan di berlakukannya UU no 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta di tambah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, menunjukan bahwa pramuka digunakan sebagai wadah pembinaan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan baik pendidikan dasar dan pendidikan menengah. 

Letak geografis dan kultur budaya para remaja yang sudah semi metropolitan membuat kegiatan pramuka perlu dikhususkan, karena apabila tidak digunakan sebagai upaya tersebut, maka siswa SMPN 1 Ciledug akan terhanyut dalam derasnya pengaruh pergaulan yang keras dan tanpa hati. Disamping itu, dengan mempertimbangan aturan tersebut di atas, maka kepramukaan di SMPN 1 Ciledug menjadi hal yang harus dilaksanakan, mengingat betapa pentingnya pramuka sebagai wadah pembinaan karakter siswa yang sesuai disekolah ini.

Gerakan Pramuka di SMPN 1 Ciledug menggunakan metode kepramukaan yang sudah disesuaikan dengan metode kepramukaan yang telah ditetapkan oleh Gerakan Pramuka Kwarcab. Cirebon, sehingga metode gerakan pramuka akan sama bentuknya dengan metode gerakan pramuka lainnya khususnya di Kab. Cirebon.

Pembina Pramuka merupakan pembina yang sudah memiliki Hak Latih yang dikeluarkan oleh Gerakan Pramuka Kwarcab Cirebon dan telah mengikuti Kursus Mahir Dasar ( KMD ).

Pembina Putra : 

  1. Tyas Novi Andhika, S.Pd
  2. Sumardi Taram, S.Pd

Pembina Putri : 

  1. Teti Sumiasih, S.Pd
  2. Yudith, S.Pd

Keterangan :

  • Dalam kurikulum 2013, dan peraturan SMPN 1 Ciledug, bahwa siswa kelas 7 wajib mengikuti pramuka selama 1 tahun ajaran.