Warta Necil, Penyerahan Piagam Porak, Senin ( 22/10 ) pada upacara peringatan Hari santri Nasional oleh Kesiswaan dan Panitia Pokja Porak, Ikhwan Ayub Khan.

Ada yang tampak tidak biasa penampilan para Bapak dan Ibu guru pada saat mengikuti upacara bendera, jika para Bapak Guru menggunakan baju muslim (sarung dan peci) sedangkan para Ibu guru menggunakan baju Gamis, karena pada hari itu adalah peringatan Hari Santri Nasional.

Penggunaan sarung dan peci yang biasanya baju kaki atau lebih akrab dikenal baju pemda merupakan edaran dari Gubernur Jawa Barat yang mengintruksikan seluruh instansi dan OPD untuk menggunakan baju keagamaan (muslim) yang kemudian dilanjutkan oleh kepada dinas melalui pesan whatsapp ke masing-masing sekolah.

Usai kegiatan upacara bendera dilanjutkan pengumuman dan pembagian piagam serta hadiah kepada sejumlah pemenang lomba yang telah diselenggarakan pada saat kemarin (8-13/10) pada saat kegiatan PORAK ( Pekan Olah Raga Antar Kelas ).

Dari hasil juara yang telah disebutkan oleh Kesiswaan, terlihat pemenang lomba tidak didominasi oleh kelas XI saja, akan tetapi tiap angkatan ada yang mewakilinya. Seperti Juara Umum I kelas 9A dengan perolehan 2 emas, 2 perak, 2 Perunggu, untuk Juara Umum II diraih oleh kelas 9H dan 8C dengan perolehan 1 emas, 2 perak dan 2 Perunggu, sedangkan Juara Umum III diraih oleh kelas 9D dengan perolehan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Untuk kelas VII tidak kalah hebatnya, hanya saja pemenang porak hanya disebut sampai juara 3 saja.

Kegiatan porak merupakan kegiatan rutin tiap tahun dalam menjaring siswa yang berprestasi dalam bidang olah raga, dimana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pengkondisian siswa dalam even olahraga antar pelajar tingkat kabupaten dan propinsi dalam waktu dekat ini.

Kurikulum SMPN 1 Ciledug mengupayakan para siswa tidak hanya bergelut pada pencapaian prestasi akademiknya saja, tetapi berusaha menyeimbangkan keduanya agar selaras menuju tingkat perkembangan yang optimal. Sehingga, siswa mampu berjuang dalam kondisi hal apapun dimasa depannya. Bahkan tidak hanya itu, dengan lengkapnya formasi guru BK dan para guru-guru agama, menambah kesempurnaan terhadap upaya pengembangan siswa yang sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional (baca : Tujuan Pendidikan Nasional)

Akademik memang penting tapi akan sangat percuma jika tidak dibarengi dengan fisik yang prima, dimana kelak tuntutan dalam memasuki dunia kerja/perusahaan, fisik dan psikologis sangat menentukan seiring dengan nilai akademik.

Oleh : Diyas Andhika