Pelatihan kepada seluruh guru BK SMP se-kabupaten Cirebon dalam rangka meningkatkan kompetensi Guru BK di Hotel Avita, Kamis (1/11).

Guru Bimbingan Konseling merupakan guru yang ditugaskan untuk membimbing dan mengarahkan sejumlah siswa asuh ( 1 guru BK  mengasuh 150 - 250 siswa ) agar potensi siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tugas perkembangannya.

Keilmuan seorang guru BK harus komplek, mengingat perkembangan siswa zaman sekarang sudah semakin pesat lajunya. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, membuat informasi sulit untuk dibendung, alhasil siswapun terkena dampaknya, baik yang negatif maupun dampak positifnya.

Perkembangan Internet membuat pengawasan terhadap penggunanya yaitu anak pelajar harus dilakukan secara masiv, mengingat para pelajar memiliki andil besar terhadap penyimpangan moral yang marak terjadi dewasa ini. Dari beberapa kasus yang terjadi  banyak diakibatkan oleh para pelajar terkait dengan penyalahgunaan internet.

Dengan banyaknya kasus-kasus tersebut itulah para guru BK harus dibekali keilmuan dalam upaya mencegah dan mengentaskan kejadian-kejadian maupun dampak-dampak negatif yang muncul di sekolah sehingga para siswa dapat menggunakan internet secara bijak dan bertanggungjawab.

Para guru BK pun harus terus merubah dirinya menjadi sosok yang diteladani oleh para siswa. Menjadi orang yang pertama kali menjawab dari sejumlah pertanyaan siswa yang tak mampu dijawab oleh dirinya.

"Guru BK harus merubah dirinya menjadi sosok yang disenangi oleh anak-anak, menjadi seorang yang meningkatkan potensi dan kemampuan anak disekolah, bukan lagi sebagai orang yang selalu mencari-cari kesalahan anak" tutur Kabid SMP Dr. Mashuri M.Pd saat memberikan sambutan Pelatihan bagi para guru BK di Hotel Avita Cirebon, Kamis (1/11).

Perubahan guru BK akan berdampak positif kepada para siswa dalam mengenal dan memfungsikan BK sebagaimana mestinya, apalagi ditambah dengan guru BK yang melek internet, akan berguna dalam mencegah penyalahgunaan internet dikalangan siswa.

Dalam kegiatan tersebut, diawali dengan penggunaan aplikasi google form sebagai alat bantu assesmen Bimbingan Konseling, kemudian dilanjutkan materi bahaya internet oleh Relawan TIK (RTIK), dan pemberian ilmu parenting, yang disampaikan oleh Diena Haryana yang merupakan Founder Yayasan Sejiwa dari Jakarta.

Dalam pembahasannya, Diena lebih mengedepankan agar para guru lebih fokus dalam Literasi Digital untuk membangun perkembangan siswa diera digital, selain itu memberikan ilmu tentang cara-cara mendidik anak diera digital, dan menjadi orang tua yang diteladani oleh anak.

"kunci keberhasilan tumbuh kembang anak dimulai dari bagaimana orang tua memberikan pola asuhnya, apakah pasif, asertif ataukan agresif, tentunya ketiga hal tersebut akan berdampak berbeda" menurut Diena saat memberikan materi sesi terakhir.

Dari sejumlah 180 guru BK seKabupaten Cirebon, hadir sejumlah 150 guru BK. kegiatan ditutup pukul 16.30 WIB dan tidak mengurangi jumlah peserta yang ikut.

"Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi para guru BK SMP Kab. Cirebon dalam menangani siswa dizaman digital" menurut Nurhayati Ketua MGBK sekaligus ketua panitia kegiatan.