Pendidikan di masa pandemi penuh dengan multiorientasi dibeberapa kalangan, bahkan masing-masing gurupun memiliki pengertian yang berbeda-beda, tak jarang seringkali menjadi bahan perbincangan yang panas karena semua memegang kepada argumennya masing-masing, meskipun sebenarnya cara belajar dimasa pandemi ini sudah sering disampaikan pada seminar-seminar online oleh para ahli dibidang pendidikan, dan bahkan kemendikbud pun sudah mengeluarkan regulasi cara belajar selama masa pandemi ini berlangsung. Jadi sebenarnya jelas ini mudah, kita tinggal perpedoman kepada tata cara pelaksanaan pendidikan yang sudah jelas bisa dilaksanakan dimasa-masa ini. 

Kelemahan kita adalah melaksanakan Literasi yang sudah jelas-jelas itu adalah jalan untuk mengetahui semua cara-cara yang telah dituliskan dalam aturan. Jangan lagi perpedoman kepada pengalaman yang masih belum bisa dijadikan tesis ilmiah, karena bisa-bisa yang dipikirkan kita tanpa adanya pemahaman yang mendasar tentang regulasi pendidikan membuat kita berjalan dengan penuh rasa, namun tanpa dasar, yang terjadi adalah pandangan kita dilandasi dengan paham "apa yang saya rasakan" bukan pemahaman tentang upaya sistemik dalam membangun pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa yang dilandaskan pada aturan Permendikbud.

Mutu pendidikan harus melalui tahapan-tahapan proses yang terprogram, untuk menghasilkan kesinambungan dalam mewujudkan pemenuhan standar pendidikan nasional. seperti halnya dalam proses penilaian, khususnya penilaian dimasa pandemi (kondisi darurat) ini. Saat ini penilaian yang dilakukan berbeda halnya pada masa kondisi sebelum masa pandemi. keterbatasan antar jarak dan metode membuat kita harus melakukan berbagai upaya-upaya yang efektif, sehingga siswa benar-benar terukur dalam pencapaian belajarnya, meskipun ketuntasan kurikulum tidak perlu tercapai (Permendikbud No. 4 Th. 2020)

Menurut Permendikbud No.23 Tahun 2016, Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Kegiatan Penilaian memerlukan instrumen penilaian dan teknik penilaian. Penilaian tidak hanya difokuskan pada hasil belajar tetapi juga pada proses belajar. (id-wikipedia.org).

Metode yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa di SMPN 1 Ciledug bertujuan agar siswa : 1) Siswa mau membuka kembali buku mata pelajaran yang selama ini dianak tirikan dengan gadgetnya. 2) mengukur ketercapaian proses belajar dengan metode PJJ dan penyebaran LKPD. 3) Memunculkan kembali gairah siswa dalam belajar karena ingin mendapatkan nilai yang besar. 4) Mengoptimalisasikan sistem monitoring dalam menilai cara belajar siswa selama dirumah. Dari hasil yang telah dilakukan itu, nantinya akan menjadi bahan evaluasi yang akan ditindaklanjuti oleh para guru mapel, yang kurang akan diperbaiki dan yang baik akan ditingkatkan/dipertahankan.

Cara penilaian yang sedang dilaksanakan dari tanggal 21 - 26 September 2020 yaitu dengan menggunakan cara penilaian secara daring atau dengan nama Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil Online. dari hasil analisa yang telah dilaksanakan, PTS daring dianggap salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan gairah anak dalam belajar. Karena terpantau dari jumlah siswa yang ikut perpartisipasi sangat banyak, dan antusiasme siswa dalam menjawab soal sangat luar biasa. Meskipun ada juga siswa yang mengerjakannya dengan bekerja bersama, dan bahkan ada yang dikerjakan bersama anggota keluarga lainnya, karena memang dalam PTS ini kelemahannya adalah sulit memantau siswa, pendidikan karater yang didapatkan disini adalah rasa tanggung jawab dan kejujuran. 

Dinamika PTS pastilah banyak, apalagi ini merupakan rasa baru yang ada di SMPN 1 Ciledug. sehingga masih banyak yang belum bisa menyikapi saat terjadi "troubleshooting" yang muncul selama PTS berlangsung. Terpenting bagi kami adalah siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermaksa ditengah-tengah banyaknya keraguan yang muncul dalam proses pelaksanaan PTS kali ini. Keterbukaan dan kedewasaan dalam bertindak adalah landasan dalam menghadapi sistem kurikulum berjalan ini, yang suatu ketika akan berubah-ubah, dan pada intinya KAMI siap menghadapi masalah ini (insyaallah).