Pendidikan merupakan hal wajib yang harus dilaksanakan oleh segenap masyarakat dalam rangka meningkatkan intelektualitas dan pengembangan diri meskipun ditengah masa pandemi Covid-19. Pembelajaran dapat dilaksanakan berdasarkan kesiapan sekolah dengan menimbang situasi dan kondisi yang ada didaerahnya, terutama kondisi keselamatan bagi warga pendidikan itu sendiri. 

Setelah sekian lama tidak melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, SMPN 1 Ciledug akhirnya melaksanakan kegiatan tatap muka, akan tetapi dengan konteks yang terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas itu didasarkan dari surat intruksi Kepala Dinas Pendidikan Kab Cirebon No. 421/1318/Disdik, tentang Pembelajaran Tatap Muka Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Sistematika pelaksanaannya mengikuti edaran yang dikeluarkan dalam edaran dinas pendidikan Kab. Cirebon sehingga tatap muka di SMPN 1 Ciledug merupakan bentuk arahan dan aturan yang berlaku.

Metode tatap muka yang dilaksanakan selama kegiatan belajar terbatas dengan memperhatikan keselamatan dari para peserta didik dan guru, mengupayakan agar setelah sekolah berjalan, tidak menjadi cluster baru penyebaran virus Covid-19. Salah satu pengendaliannya yaitu dengan membatasi jumlah siswa saat berada di sekolah dan membatasi kerumunan siswa saat bersosialisasi di sekolah.

Pembelajaran dimulai dari pukul 07.30 sampai dengan pk. 10.25, sebelum pembelajaran dimulai siswa dan guru terlebih dahulu melaksanakan kegiatan pembiasaan, yaitu dengan melaksanakan orientasi protokol kesehatan Covid-19, dilanjutkan dengan penumbuhan budi pekerti (tadarus Al Quran). Selama di kelas, siswa diberi jarak tempat duduk sejauh 1.5 meter, dan siswa harus menggunakan masker saat di dalam kelas atau di luar kelas. Saat mengajar, guru harus menggunakan faceshield atau masker.

Sebagai upaya mempertahankan kebiasaan yang baru, sekolah melaksanakan pengetatan terhadap aturan kepada seluruh siswa, dengan tujuannya jangan sampai sekolah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh karena tidak tertibnya siswa dalam menjaga keselamatan diri sehingga ada siswa yang terpapar virus Covid-19 saat di sekolah.

Covid-19 memang hal yang sangat menggagu ke dalam segala aspek kehidupan, bahkan banyak negara didunia yang terkena dampak ekonomi karena pandemi ini, tidak terkecuali di Indonesia. Tujuh bulan pembelajaran dilaksanakan secara Jarak Jauh, tidak efektif dan kurang bermakna, Intelektualitas siswa menjadi menurun dampaknya. Namun dengan adanya pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan saat ini semoga dapat mengobati dan mengejar ketertinggalan capaian kompetensi siswa terutama di SMPN 1 Ciledug.

 

Oleh : Tyas N Andhika