MENANAMKAN DAN MEMBIASAKAN BUDAYA POSITIF DENGAN KESEPAKATAN KELAS DALAM KEGIATAN PROSES PEMBELAJARAN

Penulis: Slamet Sapto Adi, S.Pd.

 

A.  Latar Belakang

Sekolah impian adalah sekolah yang mampu menciptakan kenyamanan dan memberikan kemerdekaan untuk hidup dan berkembang bagi peserta didik sesuai kodratnya. Sekolah yang terhindar dari segala macam bentuk penindasan, bulliying, kekerasan dan pemaksaan terhadap warga sekolah khususnya peserta didik. Sekolah tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan suasana yang penuh dengan kehamonisan dan pembiasaan yang positif.

 

B.  Tujuan

  1. Menumbuhkan budaya positif dengan kesepakatan kelas.
  2. Menumbuhkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada diri peserta didik.
  3. Mengintegrasikan dan membiasakan peserta didik untuk menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan proses pembelajaran.

 

C.  Tolak Ukur

  1. Peserta didik mampu membuat kesepakatan kelas yang dipasang di dinding kelas.
  2. Peserta didik dapat menumbuhkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada diri peserta didik.
  3. Peserta didik dapat mengimplementasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila secara sadar dan kontinyu dalam kegiatan proses pembelajaran.

 

D.  Linimasa Tindakan

  1. Sosialisasi kepada seluruh warga sekolah meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan tenaga kependidikan terkait disiplin positif, kesepakatan kelas, dan Profil Pelajar Pancasila.
  2. Guru menjelaskan tentang pengertian dan pentingnya disiplin positif, kesepakatan kelas, dan Profil Pelajar Pancasila.
  3. Guru memfasilatasi peserta didik untuk membuat kesepakatan kelas.
  4. Kesepakatan kelas yang telah disepakati selanjutnya ditandatangani seluruh warga kelas dan dipasang di dinding kelas.
  5. Menumbuhkan, menanamkan, dan membiasakan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan kegiatan proses pembelajaran di kelas.
  6. Mendokumentasikan setiap kegiatan proses pembelajaran yang menumbuhkan, mencerminkan, dan membiasakan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
  7. Seminar aksi nyata budaya positif.

 

E.  Dukungan yang dibutuhkan

  1. Kepala sekolah
  2. Guru
  3. Staf Tata Usaha
  4. Peserta Didik
  5. Orangtua peserta didik di rumah dalam membiasakan budaya positif
  6. Warga sekolah sebagai role model/teladan bagi peserta didik dalam menanamkan budaya positif.
  7. Seluruh warga sekolah berkolaborasi, bergotong royong, bergerak, dan bersinergi dalam menciptakan serta membiasakan budaya positif di sekolah.

 

F.  Respon Murid

Murid merasa senang membuat kesepakatan kelas yang dibuat dan disepakati bersama-sama oleh semua siswa di kelasnya. Semua siswa menjalankan kesepakatan kelas dengan baik dalam proses pembelajaran. Kelas menjadi lebih kondusif, lebih bersih, siswa aktif dalam pelajaran, masuk kelas tepat waktu. Siswa berharap kesepakatan kelas yang sudah dibuat dan disepakati bersama dapat berjalan dengan baik sampai lulus sekolah.

 

G.  Refleksi dan Rencana Perbaikan

Refleksi:

Kesepakatan kelas dibuat dan disepakati bersama oleh semua siswa di kelasnya. Semua siswa menuliskan dan menyebutkan satu per satu kelas yang mereka impikan. Dari kesepakatan kelas yang disepakati bersama dibuatlah poster kesepakatan kelas yang ditempel di dinding kelas. Dengan adanya kesepakatan kelas, siswa menjadi lebih disiplin dan kondusif dalam belajar, saling menghormati sesama siswa, serta kelas menjadi lebih bersih.

Rencana Perbaikan untuk Implementasi ke Depan:

  • Merefleksikan bersama apa yang membuat kegagalan penerapan kesepakatan kelas bagi beberapa murid, lalu mencari solusi untuk mengatasi masalah–masalah yang ada.
  • Menjalin kerja sama dengan orang tua siswa untuk meningkatkan disiplin positif sehingga kesepakatan kelas yang telah disepakati bersama bisa terlaksana secara konsisten dan menyeluruh.

 

H.  Dokumentasi Kegiatan Kesepakatan Kelas

  • Kesepakatan Kelas IX-A

 

  • Kesepakatan Kelas IX-B

 

  • Kesepakatan Kelas IX-D

 

  • Seminar Aksi Nyata di SMP Negeri 1 Ciledug